(Published at MOTOR Magz (www.majalahmotor.com) ed. 301, March 2007)

TOYODA’S TOYS

Gahar di berbagai ajang balap, mesin-mesin ini paling gampang dicari!

Dibanding merek lain, pabrikan bikinan Kiichiro Toyoda ini paling banyak menelurkan ‘mainan’ powerfull. Lewat kontribusinya di berbagai ajang balap, Toyota sukses melansir mobil-mobil bermesin gahar. Tak ayal, di pasar junk-yard, mesin-mesin Toyota paling gampang dicari.

Nah, biar enggak bingung, sebaiknya elu pahami keluarga mesin Toyota yang ada di pasaran. Untuk itu cermati nama dari tipe yang tertera di head mesin, lengkapnya elu baca boks anatomi penamaan. Sedang mesin apa saja yang layak elu lirik, simak di boks-boks lainnya berikut ini.

(Dari berbagai sumber)

Boks 1. ANATOMI PENAMAAN

Penamaan mesin Toyota cukup mudah dipahami. Diawali dua/tiga digit pertama adalah nama varian mesin, diawali angka generasi lalu diikuti nama varian mesin (bisa 2 digit). Setelahnya elu cermati penamaan itu pada digit yang biasanya dipisahkan inisial dash (-). Berikut beberapa arti inisial yang tertera:

- B = Twin SU-style side-draft carburetor

- D = Twin Downdraft carburetor

- E = Electronic Fuel injection

- I = Single-point fuel injection

- SE = Direct injection

- C = California-spec emissions

- F = Economy narrow-angle DOHC

- G = Performance wide-angle DOHC

- H = Kompresi tinggi, seperti 9.8:1 (contoh: 5E-FHE) atau turbo boost tinggi (contoh: 2L-THE)

- R = Kompresi rendah (untuk oktan BB 87 kebawah)

- T = Turbocharge

- Z = Supercharged

- U = With Catalytic converter Japan-spec emissions

- V = Common Rail Diesel Injection (D-4D)

- L = Transverse

_______________________________________________________________

4A-GE

Debutnya diawali 1983 mengganti ‘singgasana’ mesin 2T-G berkapasitas 1.587 cc 4 silinder segaris (bore-stroke : 81 x 77 mm). Hingga masa pensiunnya di 1998, 4A-GE lahir dalam 3 generasi. Generasi I; 4A-GE sebagai mesin blok baja cor sangat ringan dan kuat dengan head 16 katup, generasi II; kompresi ditingkatkan sehingga ditambahkan sistem pendinginan oli pada pistonnya, generasi III; head 4A-GE di-upgrade menjadi 20 katup.

Mesin EFI DOHC yang 16 katup punya sudut twincam 500 menyembur tenaga kisaran 112-138 dk naturally aspirated. Sayangnya, konon torsinya ‘dikorbankan’ sehingga cuma bermain di angka 131-149 Nm. Toh mesin ini mencuat setelah sukses mempopulerkan klan AE82 FWD(Corolla FX-16), AE86 RWD (Sprinter Trueno, Levin, Corolla GT-S), AE92 FWD (Corolla GT-S) hingga Celica. Di MR2, mesin itu ada yang berspek 4A-GZE dengan supercharger jenis root yang menyembur daya 145 dk.

Tidak puas bermain 16 katup bahkan implan supercharger, tahun ’91 4A-GE tampil baru dengan tutup head silver dan hitam. Bukan bungkusan doang, lho! Mesin ini jadi berkatup 5 tiap silinder (total 20 katup) dan dilengkapi quad throttle body dan teknologi VVT (belum VVT-i). Hasilnya, 160-165 dk dijabani cukup dengan naturally aspirated! Mesin silver top menjejali AE101 (Corolla Levin/Sprinter Trueno) dan black top untuk AE111.

4A-GE 16 valvesumber foto: http://www.ae92gts.com

4GE 16 katup yang berbanderol Rp 4,5 – 5 juta (mesin & transmisi) sudah jarang dipasaran

4A-GE 20 Valve sumber foto: http://www.got-jdm.com

4A-GZE berbanderol sama dengan 4A-GE 20 katup (silver/black top) yaitu Rp 5-6 juta (mesin & transmisi) atau Rp 12-14 juta (half cut)

 

_________________________________________________________________

3S-GE

Yamaha Motor Company, Ltd. terlibat dalam meracik mesin 4 silinder segaris 1.998 cc dengan bore-stroke 86 x 86 mm (diameter intake 33,5 mm exhaust 29 mm dengan sudut katup 44,50) berkompresi 9,8-10:1 ini. Berbeda dengan varian 4 silinder lainnya, ruang bakar 3S-G berjenis pen-roof, dilengkapi intake dan exhaust cross-flow. Jeroan mesin ini disempurnakan dari kualitas material, keseimbangan dan kekuatan.

Dari 1986 – 1999, 3S-GE muncul dalam 4 generasi. Generasi I; menjejali Celica GT-S ST162 dengan daya 150 dk, generasi II; dilengkapi sistem T-VIS lalu dibenahi dengan ACIS (Acoustic Controlled Induction System) dengan daya 154 dk, generasi III; dayanya didongkrak menjadi 178 dk dan generasi IV; disebut 3S-GE BEAMS (Breakthrough Engine with Advanced Mechanism System) yang sudah dilengkapi VVT-i berdaya 200 dk (red top), dual VVT-i 206 dk (black top) dan dual VVT-i 180 dk @ 6.600 rpm (grey top untuk RAV4).

Tiap generasi tersebut dibarengi lahirnya versi turbo pada 3S-GTE. Generasi I berkompresi mesin 8,5:1 berturbo Toyota CT26 dayanya 185 dk (Celica GT Four ST165), begitu juga generasi II berkompresi 8,8:1 namun diperkuat jadi dayanya 224 dk (Celica GT Four ST185). Generasi III kompresi 8,5:1 (Celica GT Four ST205) pakai turbo CT20B dayanya 245 dk dan generasi IV berkompresi 9:1 (Celica GT Four ST246) juga berturbo CT20B hanya saja manifoldnya satu ‘bodi’ dengan exhaust manifold, dayanya 261 dk.

 

3S-GTEsumber foto: http://www.jakebreyck.com

3S-GE bisa ditebus di pasar kapakan dengan fulus Rp 6 jutaan (mesin & transmisi) atau RP 10-12 juta (half cut), sedang 3S-GTE Rp 8 juta (mesin & transmisi) dan Rp 16 juta (half cut)

 

________________________________________________________________

VARIAN JZ

Mesin 6 silinder segaris Toyota juga ramai dicari speed-enthusiast, khususnya varian JZ, baik 1JZ dan 2JZ. Mesin 1JZ DOHC 24 katup ini berkapasitas 2.491 cc dengan bore-stroke 86 x 71,5 mm. Untuk non-turbo, 1JZ-GE memuntahkan daya 200 dk @ 6.000 rpm dan torsi 250 Nm @ 4.000 rpm. Untuk turbonya, 1 JZ-GTE berdaya 280 dk @ 6.200 rpm sedang yang sudah dilengkapi VVT-i mampu hingga 300 dk! Mesin 1JZ-GTE dapat ditemui di Supra MK3 (JZA70), Soarer hingga Mark II Tourer.

Sedang 2JZ berkapasitas 2.997 cc berbore-stroke 86 x 86 mm. Pertama muncul di Lexus SC300 pada 1992 dengan 2JZ-GE yang di tahun 1997 sudah dilengkapi VVT-i. Dayanya 215-230 dk (pada 5800-6000 rpm) yang didukung teknologi injeksi SEFI. Untuk versi turbonya, Toyota menggebrak dunia karena mampu menandingi gelegar mesin Nissan RB26DETT atau VG30DETT V6 bahkan Mitsubishi 6G72 V6.

Ada apa dengan 2JZ-GTE? Mesin yang lahir untuk membenahi kekuatan Supra MK4 generasi keempat ini menggunakan twin turbo sequential CT12B (non-JDM) atau CT20A (JDM) dengan kekuatan internal yang mumpuni. Versi JDM, biarpun berturbo material ceramic, menyembur 280 dk karena dibatasi ‘Gentlement Agreement’, sedang versi non-JDM tercatat mampu berdaya 330 dk.

1JZ-GTE

Mesin 1JZ-GE lebih jarang ketimbang 1JZ-GTE yang bisa ditebus Rp 12 juta (mesin & transmisi) atau Rp 18-20 juta (half cut)

  2jZ-gtesumber foto: http://www.turbofast.com.au

Menurut Sonny Achmad dari Abunawas Technica, 2JZ-GTE copotan dari Supra MK4 JZA80 berbanderol mahal, yaitu Rp 60 juta (half cut), sedang kalau dari Aristo, cukup Rp 25-30 juta atau Rp 20 juta (mesin & transmisi)

 

________________________________________________________________

VARIAN UZ

Di antara klan V8 Toyota, mesin varian UZ cukup primadona. Pertama lahir di 1989 dengan tipe 1UZ-FE berkapasitas 3.969 cc menembus daya 232-241 dk, tak ayal dicap sebagai 10 mesin terbaik di dunia tahun 2000. Sukses mengusung V8 terbaik, Toyota merilis 2UZ-FE dengan kapasitas 4.663 cc berbore-stroke 94 x 84 mm. Output dayanya 271 dk dengan torsi 427 Nm @ 3.400 rpm. Untuk beberapa varian, 2JZ-FE juga dilengkapi VVT-i seperti di Toyota Tundra, Land Cruiser hingga Lexus LX 470. Di Jepang, 3UZ-FE dibikin dengan kapasitas 4.300 cc dengan bore-stroke 91 x 82,5 mm. Mesin ini berblok dah head aluminium alloy dengan dayanya 290-300 dk, menjejali Supra GT500 dan Super GT.

1UZ-FE

Biarpun ‘kurang dilirik, mesin 1UZ-FE cukup menarik untuk opsi engine swap dengan pasar kapakan Rp 4-5 juta (mesin & transmisi) atau Rp 15 jutaan (half cut)

______________________________________________________________

VARIAN ALTERNATIF

Dari 4 varian mesin yang ditulis di rubrik ini, ada beberapa alternatif mesin Toyota yang juga biasa diincar untuk engine swapping, antara lain:

- Konfigurasi inline-4 bisa lirik 4E-FTE yang biasa menjejali kompartemen Starlet baik EP70, EP76, EP81, EP82, EP85, EP91 maupun EP95. Mesin ini berspek DOHC 1.331 cc dengan bore-stroke 73 x 77,4 mm memuncrat daya 135 dk pada 6.600 rpm.

- Konfigurasi inline-6 juga diramaikan 1G-GE. Mesin 1.988 cc ini berdaya kisaran 140-160 dk (non-turbo) menjejali Supra MK3 GA70 dan Altezza. Untuk 1G-GTE, berdaya 185-210 dk. Tahun 1990, gaungnya digantikan 1JZ-GTE. Tipe lain, 1G-GZE dengan supercharger bertenaga 168 dk ini sudah dilengkapi distributorless ignition system (DIS).

4E-FTEsumber foto: http://www.sitecenter.dk

Mesin irit sekelas 4E-FTE jamak untuk opsi engine swap di Starlet, harga kapakannya Rp 5-6 juta (mesin & transmisi) atau Rp 14-18 juta (half cut)

1G-GEsumber foto:www.tpg.com.au

Banderol kapakan 1G-GE dan 1G-GTE beda tipis, mesin & transmisi bisa ditebus Rp 6 juta atau half cut berkisar Rp 10-15 jutaan

About these ads