MENGENAL MESIN COROLLA A-SERIES

Tom drift
Diantara mesin Toyota seri A, yang paling getol dioprek adalah varian 4A (4A-GE, 4A-GZE) dan 7A (7A-GE, 7A-FE). Khususnya bagi mereka yang menggila keklasikan Corolla Levin AE86 dan DX KE70. Seperti apa karakternya, simak berikut.

FACT ABOUT 4A
–    Kapasitasnya 1.587 cc berformasi 4 silinder segaris dengan bore x stroke 81 x 77 mm.
–    Yang paling gaek adalah keluarga 4A-GE, lahir dalam 3 generasi; generasi I 4A-GE sebagai mesin blok baja cor sangat ringan dan kuat dengan head 16 katup, generasi II; kompresi ditingkatkan sehingga ditambahkan sistem pendinginan oli pada pistonnya, generasi III; head 4A-GE di-upgrade menjadi 20 katup.
–    Jenis 4A-GE 16 katup berdaya bersudut twincam 500 menyembur tenaga kisaran 112-138 dk naturally aspirated. Sayangnya, konon torsinya ‘dikorbankan’ sehingga cuma bermain di angka 131-149 Nm.  Toh mesin ini mencuat setelah sukses mempopulerkan klan AE82 FWD(Corolla FX-16), AE86 RWD (Sprinter Trueno, Levin, Corolla GT-S), AE92 FWD (Corolla GT-S) hingga Celica.
–    Baru tahun ’91 4A-GE tampil baru dengan tutup head silver dan hitam berkatup 5 tiap silinder (total 20 katup) dan dilengkapi quad throttle body dan teknologi VVT (belum VVT-i). Hasilnya, 160-165 dk dijabani cukup dengan naturally aspirated!
–    Muncul juga dalam versi supercharge jenis root pada tipe 4A-GZE sehingga tembus daya 145-165 dk dengan torsi 190 Nm
–    Karakter 4A-GE adalah kekuatannya di putaran tinggi, apalagi bila sudah berspek 20 katup. Sayangnya, apabila putaran di-upgrade untuk lebih kencang lagi, metal duduk-jalan spek bawan tergolong sangat lemah.

FACT ABOUT 7A
–    Mesin 7A berkapasitas paling besar di seri A lainnya, yaitu 1.762 cc dengan format sama, 4 silinder segaris
–    Blok 7A ber-bore x strok 81 x 85,5 mm (strokenya lebih panjang 4A-GE), sehingga torsi putaran bawah lebih baik, tenaga bawaan klimaks di angkan 115 dk (5.600 rpm) bertorsi 149-155 Nm di 2.800 rpm!
–    Ssst, 7A-FE versi Indonesia dan Rusia tergolong paling dahsyat lho! Tenaga mesin yang diset rasio kompresi 9,5:1 ini tembus 120 dk @ 6.000 rpm dengan torsi maks. 157 Nm @ 4.400 rpm!
–    Karena lay outnya sama puersis dengan 4A-GE, 7A sering dijabani ‘Frankenstein’ dimana bottom half 7A dengan cylinder head 4A-GE. Jadi jangan heran apabila ada ‘tipe underground’ berupa 7A-GZE, seperti di Trueno Apip yang hitam putih itu.
–    Karakter 7A yang kuat di putaran bawah, apalagi berkapasitas lebih besar, opsi Frankenstein dinilai paling favorit mendongkrak tenaga kehebatan cylinder head 4A-GE yang unggul di tenaga putaran tinggi. Tapi lagi-lagi, metal duduk-jalan 7A juga dikenal lemah, wajib diganti apabila tenaganya telah di-upgrade!

Sumber foto:
http://www.ae92gts.com
– old.soliton.net
http://www.club4ag.com
http://www.vhtracing.com